INDRAMAYU – Semangat membangun kemandirian pangan dan meningkatkan
kesejahteraan petani terlihat dalam kegiatan tanam perdana kedelai yang digelar
di Desa Sukamulya. Kegiatan tersebut dihadiri 400an petani, tokoh masyarakat,
pemerintah desa, tim pendamping pertanian, serta sejumlah tamu undangan dari
kalangan akademisi dan perwakilan TNI Angkatan Laut.
Acara berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Sejak awal, para peserta
diajak untuk optimistis bahwa program budidaya kedelai ini dapat menjadi
langkah nyata meningkatkan ekonomi masyarakat desa. Dalam sambutannya, Ketua
Kelompok Tani Warsim menegaskan bahwa program tersebut bukan sekadar kegiatan
seremonial, melainkan gerakan bersama untuk memperkuat ketahanan pangan
sekaligus membuka peluang kesejahteraan bagi petani.
“Lahan yang kita kelola saat ini sekitar 210 hektare dan semuanya siap
ditanami kedelai. Program ini harus dijalankan dengan serius dan mengikuti
arahan teknis dari tim pendamping agar hasilnya maksimal,” ujarnya di hadapan
para peserta.
Ia juga menekankan bahwa seluruh kebutuhan dasar pertanian seperti bibit,
pupuk, obat semprot, hingga pemasaran hasil panen telah disiapkan oleh tim
pendukung program dari PT Dewanta Global Nusantara. Para petani diminta fokus
pada pengelolaan lahan dan perawatan tanaman.
“Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan manfaat ekonomi dari program
ini. Jangan takut memulai, karena semua sudah dipersiapkan,” tambahnya.
Kepala Desa Sukamulya dalam sambutannya menyampaikan harapan besar terhadap
program tersebut. Menurutnya, masyarakat selama ini belum sepenuhnya menikmati
manfaat dari luasnya lahan pertanian di wilayah desa Sukamulya. Kehadiran
program kedelai dinilai menjadi momentum kebangkitan ekonomi warga.
“Selama bertahun-tahun masyarakat hanya menjadi penonton. Sekarang kami
berharap warga bisa benar-benar menikmati hasil dari tanah yang digarap
sendiri,” katanya.
Sementara itu, Haji Mulyadi selaku donatur program, mengajak seluruh petani
untuk menjaga semangat gotong royong dan bekerja bersama demi keberhasilan
program. Ia menilai Sukamulya memiliki potensi besar menjadi kawasan pertanian
unggulan apabila dikelola dengan baik.
“Target kita bukan hanya panen, tetapi bagaimana masyarakat bisa maju dan
sejahtera bersama, bareng bareng sugih” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, tim teknis yang diketuai oleh Professor Ali juga
memberikan pemaparan mengenai metode budidaya kedelai modern. Para petani
diperkenalkan pada penggunaan teknologi mikroba untuk meningkatkan kesuburan
tanah dan produktivitas tanaman. Demonstrasi langsung dilakukan di lokasi,
mulai dari cara mencampur larutan mikroba, teknik penyemprotan, hingga pola
penanaman dengan jarak tanam ideal.
Profesor pendamping program menjelaskan bahwa teknologi tersebut telah diuji
di berbagai daerah dan mampu meningkatkan hasil produksi kedelai secara
signifikan.
“Kalau diterapkan dengan benar, hasil panen bisa jauh di atas rata-rata
nasional,” jelasnya.
Usai pemaparan teknis, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman secara simbolis
oleh para tamu undangan bersama petani. Suasana penuh semangat tampak ketika
para peserta turun langsung ke lahan untuk menanam benih kedelai perdana.
Melalui program ini, masyarakat berharap Sukamulya dapat berkembang menjadi
sentra produksi kedelai Nasional dan menjadi contoh pengembangan pertanian
berbasis kolaborasi antara petani, pemerintah, akademisi, militer dan
pendamping lapangan.